Thursday, April 4, 2013

Persepsi dan Atensi

PERKEMBANGAN KOGNITIF
Persepsi dan Atensi



BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

            Dalam komunikasi interpersonal, agar terjadi suatu proses komunikasi yang efektif antara komunikator (penyampai pesan) dengan komunikan (penerima pesan) haruslah mampu menciptakan suatu interaksi sebagai suatu bentuk hubungan antara kedua belah pihak untuk saling pengaruh mempengaruhi agar menghasilkan  suatu persepsi yang sesuai dengan sensasi indra yang menerimanya, agar  komunikan menaruh respon positif terhadap suatu pesan yang diterimanya. 

    Peristiwa yang sama bisa ditanggapi dengan berbeda-beda, sesuai dengan keadaan peribadi seseorang itu sendiri. Dengan demikian secara psikologis setiap orang akan mempersepsi stimuli dengan karektristik personalnya. Dalam ilmu komunikasi apa bila kita berkata tentang sesuatu, pesan diberi makna berlainan oleh orang yang berbeda. Words don’t mean people mean (kata-kata tidak mempunyai makna, oranglah yang memberi makna). 

    Dalam memahami tentang persoalan bagaimana orang menerima informasi, sangat erat kaitannya dengan persepsi. Karena itu sangatlah penting untuk mengetahui persepsi.
 
 
  
B. Rumusan Masalah

Dalam penulisan makalah ini rumusan masalah secara umum mempelajari bagaimana manusia menggunakan otak komputasional untuk mempersepsi informasi mengenai lingkungannya, memahami dunianya dan memperoses informasi.

C. Tujuan Penulisan

            Makalah ini ditulis agar mahasiswa memahami persepsi terhadap sinyal-sinyal sensoris sebab inilah tahap pertama dalam pemprosesan informasi.






BAB II
ISI

A.    TEORI PERSEPSI

Menurut De Vito (1997 : 75), persepsi adalah proses ketika kita menjadi sadar akan benyaknya stimulus yang mempengaruhi indera kita.
                Gulo (1982 : 207), mendefinisikan persepsi sebagai proses seseorang menjadi sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera – indera yang dimilikinya.
                Rakhmat (1994 : 51), menyatakan bahwa persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan – hubungan yang diperoleh dengan menyipulkan informasi dan menafsirkan pesan.
                Dan menurut Atkinson, persepsi adalah proses saat kita mengorganisasikan dan menafsirkan pola stimulus dalam lingkungan.
   

B.     TEORI ATENSI

William James menulis “setiap orang mengetahui apa itu atensi”. James mejelaskan bahwa:
Atensi adalah pemusatan pikiran, dalm bentuk yang jernih dan gamblang, terhadap sejumlah objek stimulan atau sekelompok pikiran. Pemusatan (focalization) kesadaran adalah intisari atensi. Atensi mengimplikasikan adanya pembagian objek-objek lain agar kita sanggup menangani objek-objek secara selektif. (1890, hal. 403-404)



C.    ANALISIS MASALAH

·         Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pada dasarnya dibagi menjadi 2 yaitu Faktor Internal dan Faktor Eksternal.

1.      Faktor Internal yang mempengaruhi persepsi, yaitu faktor-faktor yang terdapat dalam diri individu, yang mencakup beberapa hal antara lain :

§  Fisiologis. Informasi masuk melalui alat indera, selanjutnya informasi yang diperoleh ini akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap lingkungan sekitarnya. Kapasitas indera untuk mempersepsi pada tiap orang berbeda-beda sehingga interpretasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda.
§  Perhatian. Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu obyek. Energi tiap orang berbeda-beda sehingga perhatian seseorang terhadap obyek juga berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu obyek.
§  Minat. Persepsi terhadap suatu obyek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digerakkan untuk mempersepsi. Perceptual vigilance merupakan kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu dari stimulus atau dapat dikatakan sebagai minat.
§  Kebutuhan yang searah. Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari obyek-obyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya.
§  Pengalaman dan ingatan. Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsang dalam pengertian luas.
§  Suasana hati. Keadaan emosi mempengaruhi perilaku seseorang, mood ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam menerima, bereaksi dan mengingat.

2.      Faktor Eksternal yang mempengaruhi persepsi, merupakan karakteristik dari linkungan dan obyek-obyek yang terlibat didalamnya. Elemen-elemen tersebut dapat mengubah sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan mempengaruhi bagaimana seseoarang merasakannya atau menerimanya. Sementara itu faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah :

§  Ukuran dan penempatan dari obyek atau stimulus. Faktor ini menyatakan bahwa semakin besrnya hubungan suatu obyek, maka semakin mudah untuk dipahami. Bentuk ini akan mempengaruhi persepsi individu dan dengan melihat bentuk ukuran suatu obyek individu akan mudah untuk perhatian pada gilirannya membentuk persepsi.
§  Warna dari obyek-obyek. Obyek-obyek yang mempunyai cahaya lebih banyak, akan lebih mudah dipahami (to be perceived) dibandingkan dengan yang sedikit.
§  Keunikan dan kekontrasan stimulus. Stimulus luar yang penampilannya dengan latarbelakang dan sekelilingnya yang sama sekali di luar sangkaan individu yang lain akan banyak menarik perhatian.
§  Intensitas dan kekuatan dari stimulus. Stimulus dari luar akan memberi makna lebih bila lebih sering diperhatikan dibandingkan dengan yang hanya sekali dilihat. Kekuatan dari stimulus merupakan daya dari suatu obyek yang bisa mempengaruhi persepsi.
§  Motion atau gerakan. Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibandingkan obyek yang diam.

Proses pertama dalam persepsi yaitu menerima rangsangan atau stimulus dari berbagai sumber. Kebanyakan stimulus diterima melalui alat/panca indera. Sebelum stimulus terintegrasi menghasilkan persepsi, pada saat pengolahan informasi terdapat seleksi stimulus secara sadar. Berbagai stimulus yang diterima oleh indera tidak semuanya masuk dalam kesadaran. Proses kita memilih stimulus yang akan mendapat perhatian tersebut disebut atensi selektif. Atensi dibedakan atas:
(1). fokus dan margin;
(2). melihat selektif;
(3). mendengar selektif;
            (4). pemilihan awal dan lambat;
(5). menggabungkan ciri.
       

·         Atensi adalah pemusatan upaya mentalpada kejadian-kejadian sensorik ataukejadian-kejadian mental.

ð  Terdapat 5 isu terkait atensi:

a.      Kapasitas pemprosesan & selektivitas, memperhati-kan sejumlah stimuli eksternal dari dunia eksternal,alih-alih seluruh stimuli yang ada.
b.      Kendali, kendali pilihan stimuli untuk diperhatikan.
c.       Pemprosesan otomatis, proses rutin yg amat familiar sehingga hanya memerlukan sedikit atensi sadar.
d.      Neurosains kognitif, otak & sistem saraf pusat adalah pendukung anatomis bagi atensi.
e.       Kesadaran, atensi membawa peristiwa-peristiwa kealam kesadaran.

Kesadaran
Dipengaruhi karya Sigmund Freud => kesadaran mempengaruhi pikiran & persepsi, ketidaksadaran mempengaruhi ketakutan & hasrat tidak senonoh.
Persepsi subliminal
Stimuli yg berada di atas limen, namun tidak memiliki kesadaran. Subraliminal (diatas limen), yaitu ambang sensorik di mana sebuahstimulus baru dapat dipersepsi.
            Studi menunjukkan manusia dapat mempertahan-kan informasi yang diabaikan oleh indra; bahwa stimuli subliminal mempengaruhi pengenalan kembali (recognition) terhadap stimuli selanjutnya.
Lokasi Filter
            Model-model atensi kotemporer berfokus pada tempat informasi diseleksi dalam proses kognitif.

·         Kapasitas pemprosesan & atensi selektif 
Kita memilih hanya sebagian kecil stimuli dari seluruh stimuli yang ada di sekeliling kita, tampak dari berbagai peristiwa sehari-hari, sebagaimana yang disebutkan sebelumnya.
Selektivitas stimuli terjadi akibat kurangnya kapasitas saluran, yakni ketidakmampuan kita memproses seluruh stimuli sensorik secara bersamaan. Keterbatasan kapasitas & atensi selektif mengimplikasikan adanya kemacetan (bottleneck) struktural dalam pemprosesan informasi.

·         Model-model Atensi Selektif

1.      Model Penyaringan: Broadbent

Broadbent (1958), model penyaringan ini berhubungan dengan teori saluran tunggal yang mengatakan gagasan bahwa pemrosesan informasi dibatasi oleh kapasitas saluran yang tersedia.
                  Broadbent: pesan-pesan yang dikirimkan melalui saraf tertentu dibedakan       berdasarkan :
(a) serabut saraf yang distimulasi, atau
(b) jumlah impuls saraf yang dihasilkan.
 Teori koneksi Broadbent,  persepsi selektif mencakup hampir seluruh sistem kognitif.
2.      Model Atenuasi: Treisman

Treisman: manusia cenderung mengikuti makna alih-alih mengikuti pesan dari satu telinga saja. Adanya penyaring (filter)perseptual, yang terletak diantara sinyal dan analisis verbal dan berfungsi menyaring input dengan mengendalikan “volume”pesan.
Stimuli diasumsikan memiliki ambang aktivasi yang berbeda-beda, karenanya kita dapat mendengar suatu percakapanmeskipun tidak memusatkan perhatian pada percakapan itu.

·         Pemprosesan otomatis

Aktivitas yang telah dilatih dengan baik (atau sering) menjadi otomatis sehingga memerlukan atensi yang lebih sedikit dibandingkan melakukan aktivitasbaru/belum dikuasai.

Tiga karakteristik pemprosesan otomatis (Posner &Snyder):
a. Pemprosesan otomatis terjadi tanpa ada niat sadar.
b. Pemprosesan otomatis tersembunyi dari kesadaran.
c. Pemprosesan otomatis menggunakan hanya sedikit(atau tidak sama sekali) sumber daya sadar.




BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
         
Persepsi adalah integrasi sensasi, integrasi dari pengalaman yang ditimbulkan oleh stimulus sederhana.
Atensi adalah pemusatan pikiran, dalm bentuk yang jernih dan gamblang, terhadap sejumlah objek stimulan atau sekelompok pikiran. Faktor yang mempengaruhinya terdiri dari faktor internal dan eksternal.


DAFTAR PUSTAKA

Solso, R. L. (2001). Cognitive psychology (6 th ed.). Boston: Allyn and Bacon.

No comments:

Post a Comment